LIMA PILAR PENGAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING BAGI PESERTA DIDIK USIA DINI DAN KELAS-KELAS AWAL SEKOLAH DASAR

Diberlakukannya desentralisasi pengelolaan pendidikan di Indonesia yang dimulai pada tahun 2001 dengan salah satu keputusan beberapa pemerintah daerah yang mewajidkan mengajarkan bahasa inggris dikelas awal sekolah dasar membuat animo masyarakat terhadap pengajaran bahasa inggris bagi anak usia dini menigkat. Tetapi persyaratan yang harus dipenuhi pihak guru demi terselenggaranya pembelajaran bahasa inggris yang efektif tidak banyak diberikan perhatian. Tulisan ini akan menjelaskan apa yang harus diketahui dan dapat dilakukan guru di Indonesia agar dapat mengajarkan dengan baik bahasa inggris sebagai bahasa asing bagi anak usia dini (1-8 tahun) dengan lima pilar sebagai berikut:

Read more: LIMA PILAR PENGAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING BAGI PESERTA DIDIK USIA DINI DAN...

ANAK DAN PROSES PEMEROLEHAN BAHASANYA

 A.    Definisi Anak

 Konsep Anak mempunyai banyak definisi tergantung dari sudut mana kita memaknainya, dari sudut pandang agama, hukum, ekonomi, pendidikan,maupun dari sudut pandang lainnya. Dalam pembahasan ini  difokuskan definisi anak dari sudut pandang pendidikan anak.   

 Di Indonesia pengertian anak usia dini ditujukan kepada anak yang berusia 0-6 tahun, seperti dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 ayat 14 yang menyatakan pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang diperuntukkan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun.  Sedangkan Anak usia dini menurut NAEYC (National Association for The Education of Young Children), adalah anak yang berusia antara 0 sampai 8 tahun yang mendapatkan layanan pendidikan di taman penitipan anak, penitipan anak dalam keluarga (family child care home), pendidikan prasekolah baik negeri maupun swasta, taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Hal ini dapat disebabkan pendekatan pada kelas awal sekolah dasar kelas I, II dan III hampir sama dengan usia TK 4-6 tahun.

Read more: ANAK DAN PROSES PEMEROLEHAN BAHASANYA

Breadcrumbs Module

Breadcrumbs provide a pathway for users to navigate through the site. Help

PENGARUH OBESITAS PADA PERKEMBANGAN ANAK DAN PENANGANANNYA DARI PIHAK SEKOLAH DAN KELUARGA

 Abstrak

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Obesitas adalah permasalahan umum yang dialami anak-anak pada masa sekarang ini, tetapi tidak mendapat banyak perhatian karena dianggap hanya masalah fisik bukan masalah kognitif, padahal dampaknya dapat mengancam masa depan anak. Beberapa factor yang menyebabkan anak mengalami obesitas,diantaranya adalah: Factor genetic, Pola makan, Kurangnya aktifitas fisik, Factor psikologis, Factor keluarga, Factor social ekonomi, Factor psikososial, dan Factor kesehatan. Dampak Obesitas bukan hanya masalah fisik (seperti sakit-sakitan dan mudah lelah) tetapi juga psikis yang dapat mempengaruhi perkembangannya. Dalam memecahkan masalah obesitas ini, kita dapat merumuskan pola pemecahan masalahnya dari dua pihak, yaitu pihak sekolah dan keluarga. Kedua pihak ini harus bekerja sama saling mendukung untuk memecahkan masalah obesitas yang mengancam masa depan anak-anak mereka. Sekolah dan pihak keluarga terutama orang tua harus bisa mensosialisasikan dan mengimplementasikan pola makan sehat dan gaya hidup aktif untuk mengurangi dan mencegah obesitas sehingga dapat menyelamatkan masa depan anak-anak.

Kata kunci: Obesitas, dampak fisik dan psikis, pola makan sehat, gaya hidup aktif  

HUBUNGI KAMI

Program Studi Pendidikan Guru PAUD-S1

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran, Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 63424

Fax  : (0281) 637239